Friday, March 19, 2010

Lawatan AnakYatim

time ni ktorg blm start lg programnye..bru nk dgr taklimat dari akhi asrul..ex student izuddin..masing2 mendengar penuh kusyuk dan tawaduk.sampai tak sedar ade yang tengah amik gambar ni..huhuhu
ni plak nak siapkan kemah..dak laki tido kat luar.siankan dyorg..tp jgn caye tau coz dyorg ni tido dalam bilik tayangan.almaklum la byk novel.lg syok la dyorg..
tp trkejut la gak coz bdak2 kat cni bley tahan nakal dyorg.ramah sgt.sampai ktorg yg pening kepale tgk gelagat dyorg..susah woo..
ni sebahagian aktiviti ktorg ngan bebdk..pnat nak kawal dyorg ni..sabar jela..nasib baek ok2 je..tp plg ske sakat,budak bwh ni..-
 nk tau x sebab ape..??sebab dye ni ramah sgt..pastu byk ckp..kuat mrajuk..n sgale mcm lg..letih tp best lyn bdk2 ni..he3
 ni plak kubo yg ktorg wat plan tok bdk2..konon2nye nk bg bdk tkut la 2..huhuhu eh clap..bkn ktorg tp dak laki je..dak pmpan lak xbleh g pon..sdey..tp xpe..dah g dah mlm sblm 2..he3
ha..time ni la yg ktorg tggu2kan 2..hahaha ktorg release tension jap..wlopon skejap,tp amat bermakne bg ktorg..fuh..ayat..!!hahaha pnat control bdk,so kami enjoi la abis2..he3 jln2 sa2 kg..siap ade org blanje air tebu lg 2..sonok sgt..tp saat plg brharge xkan kami lpekan,time mndi sungai sblm blek..kantoi ngan ustzh aliah..hahaha

ni la yg trakhirnye..byk lg gmbarnye tp xkan la smuenye nak msuk dlm ni kot..huhuhu ok la 2..stakat ni jela kte kali ni erk..semoga ukhwah yang terjalin antara kami ngan anak2 yatim sentiasa di bawah RahmatNya..Aminnn...
                                  tamat.......

Thursday, February 25, 2010

mulianya Muhammad s.a.w

"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur."

                                                                     :: Ali 'Imran : 144 ::
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang sakit," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.


Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru kali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. 
 
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.

"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
 
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai ding!n, kaki dan dada nya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.